HOLO — Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, belum sepenuhnya rampung menjelang target operasional. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melaporkan progres pembangunan mencapai sekitar 88 persen saat pemantauan pada 10 Juli 2026, sedangkan laporan lapangan pada 20 Juli masih menemukan pekerjaan penyelesaian di sejumlah fasilitas.
Proyek senilai sekitar Rp250 miliar yang bersumber dari APBN 2025/2026 itu mulai dikerjakan pada Januari 2026. Gedung untuk jenjang SD, SMP, dan SMA telah berdiri bersama asrama, rumah susun guru, rumah ibadah, gedung serbaguna, kantin, lapangan, dapur, serta gudang.
Sejumlah fasilitas masih diselesaikan
Pekerja masih melakukan pemasangan plafon, penutup atap, dan penyelesaian bagian bangunan pada mess siswa SMA, asrama putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, serta kantin.
MataMaluku melaporkan kendala distribusi material dari Surabaya diduga memengaruhi jadwal pengerjaan. Keterangan tersebut belum disertai penjelasan dari pelaksana proyek mengenai jenis material, durasi keterlambatan, dan perubahan target penyelesaian.
Sejumlah calon siswa telah berada di lokasi untuk mengikuti pengenalan lingkungan sekolah. Karena sebagian fasilitas belum dapat digunakan secara optimal, kepastian kelayakan dan kesiapan operasional tetap memerlukan penjelasan dari pelaksana proyek dan pemerintah.
Pengawas proyek dari PT Nindya Karya belum memberikan keterangan kepada media ketika laporan lapangan diterbitkan pada 20 Juli 2026. Karena itu, progres 88 persen dari pemerintah perlu dibaca bersama kondisi terbaru di lokasi dan belum dapat diartikan bahwa seluruh fasilitas telah siap digunakan.